Brigadir Jenderal Slamet Riyadi
Ignatius Slamet Rijadi lahir di Solo, Jawa Tengah, 26 Juli 1927 dan meninggal di Ambon, Maluku, 4 November 1950 pada umur 23 tahun. Beliau adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Beliau adalah putera dari Idris Prawiropralebdo, seorang perwira anggota legiun Kasunanan Surakarta, ini sangat menonjol kecakapan dan keberaniannya, terutama setelah Jepang bertekuk lutut dan kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.
Karier Perjuangan Beliau antara lain :
| Karir,Pangkat,Jabatan | Kegiatan, Pendidikan ,Operasi Militer | Waktu |
| Siswa, MULO Afd.B |
Pertahanan Bumi Putra |
1940 |
| Sekolah Tinggi Pelayaran |
Rekrutmen Pemuda oleh tentara Jepang |
1943 |
| Navigator kapal kayu |
Pemberontakan kapal,milik Jepang |
1945 |
| Dan.Yon.Res.I, Divisi I |
Perang di Krsd. Solo melawan Jepang & Belanda |
1945 |
| Dan.Yon.Res.I, Divisi I |
Penumpasan pemberontakan PKI Madiun |
1948 |
| Dan.Wehrkreise I |
Perang Kemerdekaan II, Serangan Umum Solo |
1949 |
| Wakil Pemerintah RI |
Penyerahan Kota Solo |
29-12-1949 |
| Komando Yon.352 |
Mendukung Div.Siliwangi menumpas APRA di Jabar. |
1949 |
| Wakil.Panglima TT VII. |
Penumpasan Pemberontakan di Makasar, RMS Ambon |
1950 |
| Wakil.Panglima TT VII. |
Gugur di gerbang benteng Victoria, Ambon |
4-11-1950 |
| Brigadir Jendral Anumerta |
Kenaikan pangkat atas jasa almarhum |
1950 |
|
|

Keraton (Istana) Surakarta merupakan salah satu bangunan yang eksotis di zamannya. Salah satu arsitek istana ini adalah Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwana I) yang juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika pola dasar tata ruang kedua keraton tersebut (Yogyakarta dan Surakarta) banyak memiliki persamaan umum. Keraton Surakarta sebagaimana yang dapat disaksikan sekarang ini tidaklah dibangun serentak pada 1744-45, namun dibangun secara bertahap dengan mempertahankan pola dasar tata ruang yang tetap sama dengan awalnya. Pembangunan dan restorasi secara besar-besaran terakhir dilakukan oleh Susuhunan Pakubuwana X (Sunan PB X) yang bertahta 1893-1939. Sebagian besar keraton ini bernuansa warna putih dan biru dengan arsitekrur gaya campuran Jawa - Eropa.
Users Online: 1
|

Pura ini dibangun setelah Perjanjian Salatiga yang mengawali pendirian Praja Mangkunegaran dan dua tahun setelah dilaksanakannya Perjanjian Giyanti yang isinya membagi pemerintahan Jawa menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta oleh VOC pada tahun 1755. Kerajaan Surakarta terpisah setelah Pangeran Raden Mas Said terus memberontak pada VOC dan atas dukungan sunan mendirikan kerajaan sendiri tahun 1757. Raden Mas Said memakai gelar Mangkunegoro I dan membangun wilayah kekuasaannya di sebelah barat tepian Sungai Pepe (Kali Pepe) di pusat kota yang sekarang bernama Solo.
|